King Hoo Peng dan Bakti Sosial Pembagian Beras di Kelenteng Hok Tek Bio Salatiga

King Hoo Peng dan Bakti Sosial oleh Kelenteng “Hok Tek Bio” Kalicacing Salatiga kepada warga masyarakat Kota Salatiga telah sukses dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 7 September 2023 dan dihadiri oleh Forkopimda, Sekcam Sidomukti Haryanto, SE., MM., Lurah Kalicacing, Pengurus Kelenteng dan warga masyarakat.
Upacara King Hoo Ping adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh umat Konghucu, upacara ini diperuntukkan untuk mengenang dan salah satu bentuk penghormatan kepada arwah, baik keluarga sendiri ataupun umum. Adapun alasan kenapa dilakukannya upacara ini adalah untuk agar umat konghucu tidak lupa akan sejarah dan asal usulnya.
Dalam upacara ini, diletakkan sesajian makanan dan minuman yang dimaksudkan untuk mengenang seolah mereka masih hidup. Harus diciptakan suasana ketulusan, hormat dan khidmat ketika sembhayang. Pemuka agama akan memanjatkan doa setalah penyajian makanan lalu dilanjutkan dengan membaca nama orang yang telah meninggal dunia, biasanya mencapai 100 nama.
Sesajian makanan yang disajikan berupa masakan, sayuran, kudapan dan buah-buahan dan biasanya diletakkan pada altar utama. Di dalam upacara ini 3 jenis daging ini menjadi sesajian utama yaitu daging ayam, ikan bandeng dan daging babi. Pada upacara King Hoo Ping ini biasanya dilakukan acara makan bersama di meja panjang. Makanan yang disajikan sangat beragam, mulai dari sate dan sayuran bagi mereka yang vegetarian.
Pada akhir upacara, kertas kuning akan dimasukkan ke dalam replika kapal sebagai symbol transportasi orang zaman dahulu. Replika kapal tersebut kemudian akan dibakar, dimaksud dengan kita mengantar arwah untuk segera kembali ke habitat nya. Marga dari orang-orang Tionghua yang dipasang di altar sembhayang juga turut dibakar atau disempurnakan.
Upacara sembahyang King Hoo Ping dilaksanakan setiap bulan 7 penanggalan Imlek (Jit Gwe) atau sekitar bulan 8 atau bulan 9 penanggalan Masehi untuk mendoakan dan menghormati arwah leluhur. Masyarakat Tionghoa meyakini pintu akhirat dibuka saat Jit Gwe atau bulan tujuh Imlek.
REFERENSI :
Gunadi, T. (2020, September 20). Memahami Sembahyang Arwah “King Hoo Ping”. www.kompasiana.com. Diakses dari https://www.kompasiana.com/sutiono/5f674674097f365d5b3f60b2/memahami-sembahyang-arwah-king-hoo-ping.
Wibowow, A, W. (2019, Agustus 25). Umat Khonghucu Solo Khidmat Ikuti Upacara King Ho Ping. www.sindonews.com. Diakses dari https://daerah.sindonews.com/artikel/jateng/8231/umat-khonghucu-solo-khidmat-ikuti-upacara-king-ho-ping
W, I, S. (2016, Agustus 26). Hormati Leluhur, Umat Khonghucu Rayakan Upacara King Hoo Ping. www.solopos.com. Diakses dari https://www.solopos.com/hormati-leluhur-umat-khonghucu-rayakan-upacara-king-hoo-ping-748377






You May Also Like
Screenwriting: A Career Built on Imagination and Storytelling
28 January 2022
Web Development Specialist
10 February 2021